Langgam Sukma
Aku datang di antara jiwa-jiwa yang hilang, menyamun lamun menguak duka. Laksana angin terakhir yang melesat di penghujung celah-celah kemarau, menjelma gerimis tertatih-tatih.
Aku kumpulan jiwa terpetik di kuncup-kuncup anyelir pagi. Laksana secercah cerah yang menggulung seruakan pertama pada kebenaran semesta.
Langkahku langgamku, jiwaku sukmaku, mengalir pelan ke bentangan tak bernama.
Komentar
Posting Komentar
Do not hestitate to leave any comment here